Muhammadiyahkukar.org, Kota Bangun Darat – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Bangun bersama Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) SD dan SMP 1 Muhammadiyah Kota Bangun menggelar Perkemahan Tahunan Hizbul Wathan pada 15–17 Januari 2026 di Kota Bangun Darat. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter Islami bagi generasi muda Muhammadiyah melalui pendekatan kepanduan yang menyeluruh.
Mengusung semangat “Innallaaha ma’ash shaabirin” — Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar — perkemahan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah sebagai gerakan amar ma’ruf nahi mungkar yang konsisten menyiapkan kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, spiritual, dan moral.
Perkemahan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Sugli Wilayah Kalimantan Timur beserta anggota, Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ramanda Bambang beserta jajaran, serta pengurus organisasi otonom Muhammadiyah lainnya. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Kepala Sekolah SD dan SMP 1 Muhammadiyah Kota Bangun, Susanto, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para peserta didik mampu meneladani perjuangan tokoh-tokoh besar bangsa dan Islam seperti KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ari, dan Jenderal Sudirman.
“Anak-anak inilah yang kelak akan mewarnai masa depan Indonesia. Mereka memiliki potensi besar jika dibina dengan nilai keimanan, disiplin, dan keteladanan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kutai Kartanegara, Bambang, menekankan bahwa perkemahan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana strategis untuk mempererat persaudaraan antarsiswa serta melatih pengamalan nilai budaya Muhammadiyah.
“Nilai ikhlas, jujur, berpikir maju, disiplin, dan mandiri harus ditanamkan sejak dini melalui pengalaman langsung seperti perkemahan ini,” jelasnya.
Perkemahan ini diikuti oleh peserta didik SD dan SMP Muhammadiyah 1 Kota Bangun Darat, yang terbagi ke dalam sembilan regu dengan pendamping masing-masing. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan, mulai dari Cerdas Cermat Al-Qur’an, materi kepanduan Hizbul Wathan, ketangkasan kepanduan, hingga shalat malam (tahajud) dan renungan malam yang sarat nilai spiritual.

Puncak kegiatan berlangsung pada malam api unggun di hari kedua. Antusiasme warga terlihat jelas saat lapangan bumi perkemahan dipadati masyarakat dari berbagai kalangan usia. Suasana hangat penuh kebersamaan tercipta melalui nyanyian, tepuk tangan, serta sesi sharing inspiratif dari para pembina perkemahan.
“Ini tradisi indah yang patut dilestarikan karena mampu menyatukan generasi dan masyarakat,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Melalui perkemahan ini, Muhammadiyah Kota Bangun kembali menegaskan perannya sebagai gerakan dakwah dan pendidikan yang adaptif, progresif, dan konsisten membangun generasi muda yang berakhlak, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.