Muhammadiyahkukar.Org, Tenggarong – Sebanyak 20 orang pelatih Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang merupakan perwakilan dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Pelatihan Jaya Melati I (JM I) yang diselenggarakan oleh Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kalimantan Timur. Keikutsertaan para peserta tersebut diakomodasi oleh Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kutai Kartanegara sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kader kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.
Pelaksanaan Jaya Melati I dibagi menjadi dua tahapan. Tahap daring (online) berlangsung pada 16–19 Juli 2026, menghadirkan para narasumber dari Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Selama empat hari, peserta memperoleh berbagai materi mengenai ideologi Hizbul Wathan, kepemimpinan, manajemen organisasi, metodologi pembinaan kepanduan, hingga penguatan karakter kader Muhammadiyah.

Selanjutnya, tahap luring (offline) dilaksanakan pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Air Terjun Berambai, Sempaja Utara, Samarinda Utara. Kegiatan lapangan ini diisi dengan berbagai praktik kepelatihan, simulasi pembinaan, dinamika kelompok, serta penguatan keterampilan kepanduan yang menjadi bekal bagi para peserta dalam menjalankan tugas sebagai pelatih Hizbul Wathan di daerah masing-masing.

Kegiatan tersebut juga mendapat kehormatan dengan hadirnya Ramanda Dewa dari Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dan juga unsur dari Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul wathan Kalimantan Timur diantaranya; Ramanda Aman, Ramanda Didi dan juga Ramanda Iksan, yang secara langsung mendampingi sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi para calon pelatih dalam memahami arah pengembangan Hizbul Wathan di tingkat nasional.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kutai Kartanegara, Bambang Ardiansyah, menyampaikan apresiasi kepada Kwartir Wilayah Kalimantan Timur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan Jaya Melati I merupakan langkah strategis dalam mencetak pelatih-pelatih yang kompeten dan mampu mengembangkan Hizbul Wathan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
“Kami sangat bersyukur sebanyak 20 perwakilan pelatih dari AUM Muhammadiyah se-Kutai Kartanegara dapat mengikuti Pelatihan Jaya Melati I ini. Ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan menjadi modal penting untuk membangun kaderisasi Hizbul Wathan yang lebih baik di daerah,” ujar Bambang Ardiansyah.
Lebih lanjut, Bambang berharap seluruh peserta tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan pelatihan semata, tetapi mampu mengimplementasikan seluruh materi yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing.
“Harapan kami, para pelatih yang telah mengikuti Jaya Melati I mampu menerapkan ilmu yang sudah didapat, mengembangkan pembinaan kepanduan secara berkelanjutan, serta kembali menghidupkan maupun membentuk Qobilah Hizbul Wathan di setiap Amal Usaha Muhammadiyah, khususnya di lingkungan sekolah. Dengan demikian, kaderisasi Hizbul Wathan di Kutai Kartanegara dapat tumbuh lebih aktif, terarah, dan memberikan kontribusi nyata bagi Muhammadiyah serta masyarakat,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan 20 pelatih tersebut, Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kutai Kartanegara optimistis akan lahir lebih banyak Qobilah Hizbul Wathan yang aktif di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan gerakan kader Muhammadiyah yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengabdi untuk agama, persyarikatan, bangsa, dan negara. (Bambangmpid)