muhammadiyahkukar.org, Tenggarong – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kutai Kartanegara menyelenggarakan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 pada 29–30 Agustus 2026 di Kembang Jaong, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Mengusung tema “Mewujudkan Kader ‘Aisyiyah yang Berkemajuan, Berakhlak Mulia, Mandiri, dan Berdaya Saing,” kegiatan ini diikuti 85 peserta yang berasal dari 14 cabang/kecamatan se-Kutai Kartanegara.
Kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan komitmen PDA ‘Aisyiyah Kutai Kartanegara dalam memperkuat kaderisasi secara lebih luas dan merata. ACC menjadi ruang pertemuan kader dari berbagai cabang untuk memperkuat wawasan, kapasitas, kepemimpinan, serta membangun jejaring dan solidaritas antarkader.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan pembinaan keorganisasian, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak, kemandirian, kepemimpinan, serta kesiapan kader dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Keberagaman latar belakang peserta menjadi modal penting untuk membangun perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan peluang gerakan perempuan di tingkat daerah.
Ketua Panitia ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026, Indah Fatmawati, mengatakan bahwa ACC dirancang sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas kader sekaligus membangun semangat kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kader yang tidak hanya memahami nilai dan perjuangan ‘Aisyiyah, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, mandiri, mampu beradaptasi, dan siap menghadapi tantangan zaman. Kader harus mampu menjadi bagian dari solusi bagi persoalan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya pada (30/8).
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mencapai 85 orang dari 14 cabang menunjukkan antusiasme sekaligus komitmen kader dalam mengikuti proses penguatan kapasitas.
“Kami berharap seluruh peserta dapat membawa pulang semangat dan pengalaman dari kegiatan ini untuk kemudian diterapkan di cabang masing-masing. Kaderisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan, tetapi harus berlanjut menjadi gerakan dan aksi nyata,” harapnya.
Sementara itu, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kutai Kartanegara, Tri Muryati, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan bagian penting dalam memastikan keberlanjutan gerakan ‘Aisyiyah.
“Kaderisasi merupakan investasi bagi masa depan ‘Aisyiyah. Kita ingin melahirkan kader perempuan yang memiliki kepribadian kuat, berakhlak mulia, memiliki wawasan keislaman dan keorganisasian, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan melibatkan 85 kader dari 14 cabang/kecamatan se-Kutai Kartanegara, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat gerakan ‘Aisyiyah agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kegiatan ini semakin mempererat silaturahmi dan membangun kekuatan bersama antarkader. Dari 14 cabang ini kita ingin tumbuh kader-kader yang mampu menjadi penggerak di wilayahnya masing-masing, tutupnya. (*) (D-One)