Muhammadiyahkukar.org, Tenggarong – Memasuki pekan kedua Juli, SMA Muhammadiyah Tenggarong bergerak cepat mengamankan kuota siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah swasta unggulan di Kutai Kartanegara ini memastikan gerbang pendaftaran masih terbuka lebar hingga akhir Juli 2026, sekaligus menjadi solusi konkret bagi calon pelajar yang tidak lolos dalam persaingan masuk sekolah negeri.
Kepala SMA Muhammadiyah Tenggarong, Indra Setya Permana Assyariy, mengungkapkan bahwa pihaknya tahun ini menargetkan tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas total sekitar 100 siswa. Saat ini, kuota untuk satu kelas telah terpenuhi, sehingga sekolah masih menyisakan ruang untuk dua kelas tambahan sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak dimulai pada 13 Juli mendatang.
“Kami mengimbau para orang tua dan calon siswa yang belum beruntung di jalur negeri untuk tidak berkecil hati apalagi sampai putus sekolah. Di SMA Muhammadiyah Tenggarong, biaya bukan kendala utama, melainkan kemauan kuat untuk belajar,” ujar Indra. Sebagai bukti komitmen, pihak sekolah telah menyiapkan jajaran program beasiswa penuh, mulai dari beasiswa prestasi, kader organisasi, hingga bantuan khusus bagi keluarga kurang mampu sampai lulus.
Untuk memikat minat pendaftar di sisa waktu yang ada, sekolah ini mengandalkan sistem pelayanan one day service yang memungkinkan seluruh proses administrasi rampung dalam satu hari. Tak hanya itu, institusi ini juga menerapkan fleksibilitas tinggi lewat sistem jalur inden sepanjang tahun. Artinya, begitu pendaftaran reguler bulan Juli ini ditutup, loket indentasi untuk Tahun Ajaran 2027/2028 akan langsung diaktifkan.
Di sisi kualitas lulusan, SMA Muhammadiyah Tenggarong menawarkan nilai plus yang kompetitif. Siswa tidak hanya ditempa oleh kurikulum nasional, melainkan dibekali Kurikulum ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) untuk penguatan karakter spiritual. Selain itu, terdapat program inkubasi kewirausahaan yang bermitra langsung dengan UMKM lokal, serta jaminan karpet merah berupa kuota khusus yang lebih besar untuk menembus jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia, termasuk UMKT.
Menanggapi dinamika penerimaan siswa tahun ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kukar, H. Yamin Hadi Firmadi, mengaku optimistis target keterisian kuota di seluruh sekolah Muhammadiyah akan tercapai optimal. Menurutnya, pergerakan tren pendaftaran sekolah swasta memang kerap mengalami lonjakan signifikan justru di fase akhir, tepat setelah seluruh rangkaian seleksi ketat di sekolah negeri benar-benar selesai diumumkan. (Bambangmpid)
